// you’re reading...

Fokus

TANAM MANGROVE DALAM RANGKA HARI TAMAN NASIONAL

Jum’at (15/01), Pemda kota Surabaya menggelar acara Tanam Mangrove di daerah bosem-wonorejo Surabaya. Acara yang diadakan dalam rangka memperingati hari “Tanam Nasional” ini bertujuan agar semua masyarakat Surabaya bisa mengetahui bahwa pentingnya makna “Merawat lingkungan terutama di lingkungan pantai”. Sampah yang bisa menyebabkan berbagai kerusakan, terutamanya dalam ekosistem air ini, dirasa sangat perlu sebuah tindakan dalam rangka penanggulangan akibat yang mungkin akan muncul. Dan acara yang akan rutin dilakukan setiap tahun ini menjadi salah satu cara penting dalam perawatan ekosistem laut.

Mangrove

Acar yang sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu ini, dimulai dari pukul 05.30 sampai 09.00 WIB. Diikuti oleh peserta dari berbagai elemen masyarakat dari pemerintahan hingga kalangan mahasiswa, misalnya Bank JATIM, DPRD Surabaya, STIKOM Surabaya, IPH Surabaya, dan masih banyak lagi. Jumlah peserta yang menyentuh angka 1000 orang peserta ini membuat acara penanaman mangrove yang sebelumnya dianggap sepele oleh warga masyarakat ini menjadi acara tahunan yang mungkin akan menjadi acara wajib bagi pemerintahan Kota Surabaya.

Acara yang juga dihadiri oleh Bambang Tri Hartono selaku walikota Surabaya dan DR. H. Soekarwo, SH, M.Hum selaku Gubernur jawa timur ini menunjukkan bahwa pentingnya acara penanaman mangrove ini diadakan. Acara dibuka dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh DR. H. Soekarwo, SH, M.Hum dan diikuti oleh peserta yang hadir pada saat itu. Keberangkatan menuju pantai tempat penanaman mangrove, menggunakan perahu nelayan yang mampu mengangkut hingga lebih dari 10 orang di atasnya. Pemandangan “sun  ,  rise” menambah keasyikan dalam perjalanan menuju tempat tujuan.

Setiap kelompok dari peserta kemudian di pisah menjadi dua kelompok, kelompok pertama bertugas sebagai penanam mangrove dan kelompok kedua sebagai petugas pembersih sampah di sekitar kawasan hutan mangrove. Kelompok kedua, disebar menuju beberapa titik hutan yang dianggap banyak mengandung unsur sampah yang bisa mencemari ekosistem hutan mangrove. Pembersiha dilakukan secara gotong royong dan tidak mengenal perbedaan antara mahasiswa, TNI ataupun pemerintahan.

Hal yang serupa juga dilakukan oleh tim penanaman mangrove, bibit–bibit yang telah disediakan dari dinas pertanian Surabaya dan Kota Madya Surabaya, di sebar di berbagai titik penanaman mangrove di Bosem-wonorejo. Seperti halnya tim pmbersih sampah, semua elemen peserta yang ikut dalam penanaman mangrove ikut berbaur dan bergotong royong dalam penanaman mangrove. Menghilangkan semua rasa jorok atau jijik terhadap lumpur, semua orang dari kaya sampai miskin pun harus merasakannya.

Event “Tanam Mangrove” ini juga akan diselenggarakan tidak hanya dalam satu tahun sekali, akan tetapi acara ini juga akan diselenggarakan dengan adanya acara besar seperti ulang tahun kota Surabaya, hari tanam nasional, hari mangrove dunia. Semoga dengan langkah awal pemeliharaan lingkungan yang kita lakukan saat ini bisa berdampak baik untuk kedepannya.

Discussion

Comments are disallowed for this post.

Comments are closed.