// you’re reading...

Fokus

Tahun Baru, Harapan Baru!

Ketua STIKOM Surabaya - Prof. Dr. Budi Jatmiko., M.Pd

Ketua STIKOM Surabaya – Prof. Dr. Budi Jatmiko., M.Pd

Tahun baru merupakan langkah awal untuk menanam kembali resolusi, cita-cita dan harapan untuk satu tahun kedepan. Tahun ini STIKOM Surabaya telah menyusun dan bergegas untuk melaksakan resolusi, target, dan cita-cita pada tahun 2014.

Resolusi dan target pencapaian

Bercermin dari Visi STIKOM Surabaya, menjadi Perguruan Tinggi yang Berkualitas, Unggul, dan Terkenal. Hal ini dapat diwujudkan melalui berbagai resolusi umum untuk tahun 2014.

Pertama adalah berkualitas.  Untuk mencapai suatu kualitas yang memadai kita harus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Target dan resolusi kami tahun ini adalah dalam bidang kelembagaannya. Hal tersebut adalah perubahan status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut. Persyaratan untuk menjadi institut adalah harus ada enam program studi Strata 1. Sehingga nanti STIKOM Surabaya akan berganti dengan Institut Bisnis dan Informatika STIKOM Surabaya (IBISS). “Berkas dan kelengkapan sudah kami kirimkan pada awal tahun 2012. Semoga saja tahun ini bisa segera menjadi Institut. Saat ini tinggal satu tahap, yaitu vititasi. Setelah vititasi nanti akan dikeluarkan Surat Keputusan (SK). Harapannya dari perubahan itu agar kita dapat memperluas akses. Kedepan kami ingin mendapat mahasiswa yang berkualitas, tidak hanya kuantitas.” jelas Prof. Dr. Budi Jatmiko., M.Pd, selaku Ketua STIKOM Surabaya.

Kedua adalah keunggulan. Program Studi (prodi) yang mengajukan akreditasi pada tahun ini ditargetkan memperoleh nilai akreditasi minimal B. Prodi ditarget untuk memiliki kerjasama real dengan Prodi sejenis dari Perguruan Tinggi baik di dalam dan/atau di luar negeri minimal satu kerjasama. Kerjasama tersebut dapat berupa pertukaran pelajar (student exchange), joint research, transfer credit, double degree, dan sebagainya.

Prodi juga menjalin kerjasama dengan stakeholder yang sesuai dengan kompetensi Prodi. Hal ini dapat berupa dengan memberikan solusi dan pengembangan kepada stakeholder pada bidang terkait, misalnya melalui riset pengembangan. “Jika STIKOM Surabaya mampu memberikan solusi dan bisa mengembangkan perusahaan stakeholder, maka keinginan kami adalah pendanaan pengembanga riset tersebut ini tidak lagi dari mahasiswa, tapi dari industri tersebut. Karena industri sudah percaya dengan kemampuan kita. Hal ini juga berkaitan dengan SDM. Bagaimana kualitasnya. Dosennya banyak yang sudah menempuh pendidikan Doktoral,  apalagi sampai Profesor. Hal tersebut pasti akan banyak yang percaya. Akan tetapi itu harus ditunjukkan dengan publikasi ilmiah itu dalam jurnal nasional atau internasional.” sambung beliau.

Ketiga adalah terkenal. Untuk mencapai terkenal tentunya setiap prodi harus memiliki keunggulan yang didasarkan atas analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Hal ini berkaitan dengan akademik, pendidikan, penelitihan, pengabdian masyarakat, dan juga di tunjang dengan kerjasama serta pencitraan. Setiap dosen melakukan penelitian dan pengabdian sesuai dengan bidangnya, minimal satu penelitian dan pengabdian per tahun.

Hal tersebut juga terkait dengan pencitraan. STIKOM Surabaya tahun lalu (2013-red) pada bulan Mei memperoleh peringkat kedua pada kategori Sekolah Tinggi untuk penerapan Teknologi Informasi versi TeSCA (Telkom Smart Campus). Di tahun ini STIKOM Surabaya ingin memperoleh peringkat pertama. “Ya harus lebih baik dari sebelumnya. Kalau kemarin sudah peringkat kedua, semoga tahun ini bisa menjadi peringkat pertama.” Jelas Bapak Budi dengan yakin.

Untuk masalah robot, STIKOM Surabaya mentarget dapat memperoleh 10 besar nasional pada Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) dan untuk Robot STIKOM Surabaya memperoleh 10 besar Regional IV Jawa Timur pada Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI). “Kami terus mendukung mahasiswa yang mau aktif untuk bersaing dalam bidang robotika.” Jelasnya.

Selanjutnya STIKOM Surabaya menjadi pusat pengembangan Open Source di Indonesia Timur. Pengembangan dan penelitian tentang Linux, Android, dan khususnya Open BTS. Dan yang terakhir adalah target masuk 3 besar dalam Eco Campus di Surabaya. “Sebagai civitas akademika, kita juga tanggung jawab terhadap lingkungan. Saat ini STIKOM sudah mengupayakannya dengan memanggil narasumber untuk melatih, dan berbagai pelatihan dan pemahaman untuk mencapai syarat-syarat menjadi Campus yang ramah lingkungan.”

Spirit Yang Diusung

Untuk mewujudkan visi dan misi itu perlu adanya spirit. Hal itu dapat diwujudkan dengan SDM yang memadai dan berkualitas. “67% dosen S2 dan 10% dosen S3. Harapan saya di akhir 2013 dan diawal 2014 ini sudah ada tambahan tambahan lagi yang lulus S2.” Sambungnya.

Kemudian mengenai sarana dan prasarana pendidikan dan penelitian yang memadai, perpustakaan yang dapat memfasilitasi kebutuhan semua warga STIKOM Surabaya. “Perpustakaan kini sudah pindah ke lantai 8, 9, dan 10. Sekarang peprpustakaan kita sudah ditata khusus untuk perpustakaan. Ada Home Theater, English Room, dan melengkapi koleksi-koleksi buku.” Jelas Bapak Budi.

Kegiatan Penunjang Untuk Mencapai Resolusi

Persiapan akreditasi prodi yang semakin bertambah. Setiap prodi kami target untuk mendapatkan akreditasi A. Evaluasi setiap prodi, sehingga suatu saat prodi harus siap untuk akreditasi A. Melengkapi komponen-komponen yang kurang agar kriteria penilaian memenuhi standar. Setiap dosen dilatih dan wajib membuat proposal pengabdian.

“Mempersiapkan diri sesuai kriteria penilaian TeSCA, mendatangkan narasumber dan pelatihan terkait dengan KRAI dan KRPAI, mengadakan kegiatan seminar/workshop memanggil narasumber serta melakukan riset berkaitan dengan open source. Mendatangkan nara sumber untuk mempersiapkan diri sesuai kriteria Eco Campus. Semua yang menjadi target di tahun ini sudah kami rencakan.” Jelas Bapak Budi.

Pihak Yang Terkait Dalam Perwujudan Resolusi

Seluruh warga STIKOM Surabaya sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Misalnya robot. Itu kan karya mahasiswa. Otaknya disitu. Dibimbing oleh dosen SK (Sistem Komputer) nanti open sourcenya di mahasiswa SI (Sistem Informasi).” Sambungnya.

Kompetensi Yang Diperlukan Untuk Mencapai Resolusi

Terkait SDM, kualitas dosen, dan beberapa macam penunjang lainnya dengan jalan studi lanjut dan melakukan training kompetensi sesuai bidangnya. “Kami ingin semua warga STIKOM Surabaya karakternya bisa dikenal baik. Jadi berbeda dari yang lain. Hal ini juga berguna apabila sudah hidup di masyarakat, sudah bekerja. Itu nanti yang akan memberikan kekuatan yang lain dai pada yang lain.” Jelas Bapak Budi

Harapan Untuk Seluruh Warga STIKOM Surabaya

Harapan dan pesan untuk segenap civitas STIKOM Surabaya di tahun 2014 adalah merencanakan pekerjaan dengan cermat, memiliki target tertentu melaksanakannya dengan sepenuh hati, tulus dan ikhlas, dan tidak mengeluh serta melakukan evaluasi secara berkala. Jangan lupa memberikan pelayanan excelen terhadap stake holder, khususnya para mahasiswa, misalnya: cepat, ramah, dengan senyuman, dan lain sebagainya. Semoga dengan itu STIKOM bisa menjadi yang terdepan. Saya yakin itu.  [bel/lel]

 

 

 

Discussion

No comments for “Tahun Baru, Harapan Baru!”

Post a comment