// you’re reading...

Seputar Kampus

Stikom Surabaya Sabet Juara SFF 2018

Mahasiswa Stikom Surabaya lagi-lagi menyabet juara Sidoarjo Film Festival 2018 yang diselenggarakan Sidoarjo Creative Office. Festival ini terdfapat tiga kategori. Kategori animasi, kategori fiksi, dan kategori dokumenter yang memperebutkan penghargaan pemenang karya terbaik, sutradara terbaik, dan pengambilan gambar terbaik.

Dua tim dari mahasiswa Stikom Surabaya turut berlomba memeriahkan SFF 2018. Salah satu film pendek durasi 7 menit berisi mitos masyarakat siulan di malam hari karya Arya Dwiki A, Meilina Leksono, Lukman A. yang ketiganya masih semester 5. Film pendek fiksi ini diambil dari hasil googling di internet yang kemudian tertarik dengan cerita siulan malam. Mereka berhasil menyabet Pemenang Sutradara Terbaik Kategori Film Fiksi. Arya selaku sutradara baru pertama kali ikut lomba. “Prestasi ini bisa membuat saya menjadi lebih bersemangat mengikuti festival film lagi.”

Demi menghasilkan pemuda-pemuda kreatif dan berprestasi, peserta festival ini dikhususkan bagi warga asli Sidoarjo. Dari 35 karya film pendek, terpilih sebanyak 10 film untuk menghadiri screening yang dilaksanakan  Sabtu (8/12) di Platinum Cineplex Sun City Mall Sidoarjo. Setelah screening dilaksanakan, panitia mengundang 9 karya film terbaik untuk mengikuti awarding night, Selasa (11/12) di Ball Room Sun Hotel Sidoarjo.

Dua kelompok dari mahasiswa prodi Produksi Film dan Televisi sama-sama mengambil film fiksi dan genrenya hampir sama. Namun terdapat perbedaan dari film Mitos Siulan Malam lebih mengangkat cerita horor. Sedangkan kelompok kedua, berjudul Taporop mengangkat misteri horor cerita jin korin.

Taporop artinya tertukar yang diambil dari bahasa Madura. Tim ke dua ini memiliki ide yang luar biasa. Pasalnya kelompok dari M. Adam M, Agik Saputra, Theresia Indy, Nestia Nadira, Ian Lande, Shahirul Lazimi, Dio Arga, M Riski dan Marvey Tallaut ini berdasarkan salah satu pengalaman pribadi salah satu tim.

Bermula dari Adam yang bisa merasakan hal-hal yang berbau supranatural termotifasi hatinya untuk mengangkat cerita jin korin. Hasil karya film ini yang awalnya tugas kuliah sinematografi pada tahun lalu berhasil mendapatkan Pemenang Pengambilan Gambar Terbaik kategori film Fiksi. Adam sudah 4 kali memenangkan lomba film, ia masih merasa kurang puas dan ingin ikut lomba lagi meskipun sudah masuk semester akhir.

“Sukses bukan banyak karya, banyak piagam dan banyak penghargaan tapi sukses adalah bisa mencapai apa yang kamu inginkan” ungkap Agik salah satu DoP (Director of Photography) Film Taporop. (els)

Discussion

No comments for “Stikom Surabaya Sabet Juara SFF 2018”

Post a comment