// you’re reading...

Liputan Khusus

Stikom Surabaya Dapat Kehormatan Bahas Open BTS Bersama Menkominfo dan ICT Watch

 

Perwakilan  dari Stikom Surabaya foto bersama pada diskusi yang diselenggarakan ICT Watch. (foto: dok pribadi Slamet)

Perwakilan dari Stikom Surabaya foto bersama pada diskusi yang diselenggarakan ICT Watch. (foto: dok pribadi Slamet)

Slamet , dosen Teknologi Informatika (TI) Stikom Surabaya dan Muhammad Hassanuddin, Mahasiswa Stikom Surabaya mendapat kehormatan untuk diskusi bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) Rudiantara dan pakar bidang TI Onno Widodo Poerbo di basecamp ICT Watch, Tebet, Jakarta pada 7 Januari 2016 lalu. Acara yang diselenggarakan organisasi penggagas Internet Sehat ini membahas tentang perkembangan teknologi Open Source Base Transceiver Station (Open BTS). Dalam sambutannya, Rudiantara menyinggung tentang perkembangan teknologi komunikasi yang demikian cepat seperti televisi digital, akses data dan telekomunikasi. “Provider telekomunikasi yang ada di Indonesia saat ini sudah terlalu banyak dan beberapa tahun kedepan akan dikepras menjadi tiga provider saja,” ujar mantan Rektor Universitas Diponegoro itu di sela sambutannya. Menurutnya, teknologi harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini. “Harus support jaringan 4G,” tandasnya.

Sementara Onno W. Poerbo menegaskan selama ini teknologi Open BTS kucing-kucingan dengan provider komersial besar yang ada di Indonesia. Open BTS sebenarnya sama dengan teknologi yang digunakan provider komersial, hanya saja menurut penggiat open source itu bahwa BTS provider komersial menggunakan perangkat hardware sedangkan Open BTS menggunakan software berbasis linux. “Dengan Open BTS, nantinya setiap orang bisa membuat dan menggunakan provider sendiri,” ujar aktifis linux tersebut. Permasalahannya saat ini masih terkendala regulasi yang ada, karena dianggap mengancam provider komersial yang sudah ada. Karena itu menurut Onno, Stikom Surabaya sebagai kampus TI supaya lebih concern pada Open BTS dengan cara melakukan riset dan mengembangkan teknologi tersebut sehingga kedepan bisa dinikmati bersama.

Saat ini, teknologi Open BTS sedang diujicobakan di Wamena, Papua sekaligus menjadi program percontohan dunia. Ke depan, Menkominfo akan memfasilitasi dengan membuat payung hukum untuk melegalkan teknologi ini. Pilot project akan diterapkan untuk Angkatan Laut sehingga tidak tergantung pada provider komersial yang sudah ada. Rudiantara mencoba mengakomodasi dengan memberi kode area agar bisa berkomunikasi antar daerah.

Selain Stikom Surabaya, acara yang dikemas dengan santai ini juga dihadiri oleh komunitas Air Putih, perwakilan dari Universitas Gunadharma, Raihan Teknologi, Surya University dan Universitas Soegijapranata. (Jos/Bah)

Discussion

4 comments for “Stikom Surabaya Dapat Kehormatan Bahas Open BTS Bersama Menkominfo dan ICT Watch”

  1. Kabar yang sangat menggembirakan, mengingat Indonesia punya banyak sekali provider yang menyediakan layanan yang beragam dan variatif yang malah membuat kita bingung mesti pilih provider mana. Sepertinya ide tentang Open BTS ini sangat inovatif.
    Semoga kedepannya hal ini dapat segera terwujud.

    Posted by Lukmanulhs | January 14, 2016, 11:05 pm
  2. Selamat buat mahasiswa STIKOM SURABAYA..

    Posted by Kang Angga | April 30, 2016, 1:06 pm
  3. selamat untuk stikom surabaya, semoga makin maju dan memnghasilkan lulusan yang berkompeten dibidangnya.

    Posted by Harga Motor 2016 | July 20, 2016, 6:43 pm
  4. Mantep selamat atas prestasinya ,semoga semakin maju dan sukses berprestasi

    Posted by Harga Bore Pile Terbaru | January 20, 2017, 8:21 am

Post a comment