// you’re reading...

Seputar Kampus

Sharing Budaya Belajar di Amerika bersama Konsul Jendral Amerika Serikat

Kristen F.Bauer menerima cinderamata dari Ketua STIKOM Surabaya sesaat setelah memberikan materi pada sharing budaya Amerika.

Kristen F.Bauer menerima cinderamata dari Ketua STIKOM Surabaya sesaat setelah memberikan materi pada sharing budaya Amerika.

CyberCampus – SSNews,

Kamis (14/10) STIKOM Surabaya mendapat tamu kehormatan dari American Consul General (Konsulat Jendral Amerika). Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi seputar pendidikan di Amerika dengan pembicara Kristen F. Bauer selaku Konsulat Jendral Amerika Serikat. Bertempat di ruang Auditorium, acara yang di mulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh mahasiswa STIKOM, dosen, serta ketua STIKOM Surabaya, Dr. Y. Jangkung Karyantoro, MBA.

Keberhasilan dunia pendidikan dinilai sebagai tonggak keberhasilan suatu negara. Agar dapat menjadi negara maju tidak ada salahnya jika anak bangsa juga  mengenyam pendidikan di negara yang sudah lebih dahulu maju. Maka tak heran jika STIKOM Surabaya mengadakan seminar ini. Lewat acara ini diharapkan mahasiswa mendapat pengetahuan baru tentang budaya belajar di negara adidaya tersebut.

Ada beberapa perbedaan metode belajar di Amerika dan negara kita. Metode yang paling sering digunakan dalam penyampaian materi di Amerika adalah praktek dan diskusi. Walaupun dalam pendidikan kita juga ada praktek dan diskusi, porsinya tetap berbeda. Kemandirian mereka dituntut dalam mengerjakan tugas. Dalam berdebat atau berdiskusi, ada penekanan yang kuat dan berpikir secara independen. Pelajar di Amerika lebih suka berdiskusi dalam waktu luangnya dengan teman-teman untuk membahas suatu permasalahan tertentu atau teori yang dapat menambah wawasan. Mereka lebih menyukai  menghabiskan waktu dengan berdiam diri dan membaca segala macam buku di perpustakaan. Pola pikir mahasiswa yang berorientasi terhadap keberhasilan sangat tinggi. Jarang sekali mereka menyia-nyiakan waktu hanya melakukan kegiatan yang tidak penting. Komitmen mereka untuk belajar sangat tinggi. Itulah yang membedakan kultur budaya mahasiswa Amerika dan Indonesia.

Tepat satu jam sebelum acara berakhir, dibukalah sesi tanya jawab, antusias para peserta terlihat begitu sesi pertanyaan di buka, walaupun sedikit malu-malu untuk melontarkan pertanyaan pertama, tapi akhirnya mereka bertanya juga, sehingga membawa suasana seminar hidup.  Tidak kurang dari tujuh penanya menanyakan seluk beluk pendidikan di Amerika. Pertanyaan-pertanyaan yang terlontar diantaranya menanyakan tentang biaya pendidikan, biaya hidup, serta berkaitan dengan beasiswa.

If you are completely ready to cooperate with our professional publishing assist, our support services work group is here in order to form custom essay writing service write my essay for me http://writer4sale.com . Now you could have a substantive length of time you can do whatever you desire, most definitely relax after having a laborious scholastic moment form custom essay writing service

Sekitar 15 menit sebelum acara berakhir, Ketua STIKOM Surabaya menerima souvenir berupa buku-buku yang menggambarkan tentang Amerika secara umumnya, mulai dari hukum, ekomoni, dan lain-lain. Sedangkan dari pihak STIKOM Surabaya juga memberikan souvernir berupa kapal dan batik  yang merupakan icon dari karya seni dan budaya bangsa Indonesia.

Acara berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam sharing kali ini, Ibu Kristen berharap semoga para pelajar di Indonesia, khususnya di STIKOM Surabaya, dapat mengadopsi cara belajar di Amerika sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. [yoe]

Discussion

No comments for “Sharing Budaya Belajar di Amerika bersama Konsul Jendral Amerika Serikat”

Post a comment