// you’re reading...

Liputan Khusus

Sharing With Anggota DPR dan Sutradara AADC “Mengais Berita di Tengah Konflik”

Surabaya – SSNews,

Seorang jurnalis yang meliput berita adalah hal yang wajar saja dilakukan, namun bagaimana jika meliput dalam kondisi lapangan yang mengalami konflik seperti perang. Tak mudah mendapat informasi apalagi dokumentasi berita. Kali ini sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) mengusung tema Journalist On Duty dengan judul “Mengais Berita Di Tengah Konflik” pada Sabtu 8 Oktober 2011 di Gedung Aula ABC FEB Unair. Acara yang diselenggarakan pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh lebih dari 350 peserta terdaftar dengan mengundang Narasumber seorang mantan jurnalis yang juga pernah menjadi sandera untuk memperoleh berita. Saat ini ia berprofesi sebagai Anggota DPR, Meutya V. Hafid sebagai pembicara pertama. Pemateri kedua adalah Kardono Setyarahmadi yang saat ini berprofesi sebagai jurnalis Jawa Pos.

Acara yang dipandu oleh Dr. Aris Armuninggar, SH, M.H. sebagai moderator ini disimak begitu antusias oleh seluruh peserta. Pada sesi pertama Meutya dan Kardono berbagi cerita dan pesan seputar pengalaman dalam peliputan berita yang begitu menegangkan. Tak mudah memang memperoleh berita dalam kondisi lapangan yang sedang terjadi perang, namun menurut Meutya dan Kardono merupakan suatu tantangan tersendiri bagi seorang jurnalis dalam mendapatkan berita, itulah seni dalam proses reportase. “Kita dapat merasakan langsung emosi mereka (penduduk) yang sedang konflik dan kita dapat banyak pengalaman serta pelajaran tentang rasa aman dan bersyukur hidup dalam Negara yang aman,” ujar Meutya.

Jurnalis perang harus tahu dan memikirkan resiko apa yang akan terjadi, hal terburuk bisa saja terjadi kepada siapapun saat perang sedang berlangsung. Mereka juga menjelaskan etika seorang jurnalis di daerah konflik harus mempunyai tujuan yang jelas dalam membaca keadaan. Dan sebuah media pasti memiliki keterpihakan untuk menentukan sikap. Sesi berikutnya dilanjutkan dengan tanya jawab oleh peserta seminar. Pada sesi ketiga dilanjutkan dengan pemutaran film dokumentasi, ditunjukkan bagaimana kondisi meliput berita di tengah konflik yang dialami Meutya saat di Irak dan sempat menjadi sandera. Ternyata dokumentasi ini sempat menjadi perhatian banyak media di berbagai Negara. Pengalaman Meutya saat menjadi sandera mendapat perhatian rakyat Indonesia. Dari kejadian itu pula Meutya menelurkan buku dari catatan perjalanan yang ia alami selama 168 Jam Menjadi Sandera.

Ada kejutan lain yang mendadak terjadi, tiba-tiba hadir seorang Sutradara ternama Indonesia yang terkenal lewat film “Ada Apa Dengan Cinta”, Rudy Soedjarwo. Selain itu hadir juga produser film ”Lima Elang”, Kemal Arsjad. Kehadiran mereka berdua tidak lepas dari keinginan keduanya untuk mengorek keterangan terkait apa yang dialami oleh Meutya. Kedua insan perfilman ini berencana membuat film berdasarkan kisah menarik tersebut. Tentunya hal ini menambah nilai plus bagi mahasiswa STIKOM Surabaya khususnya perwakilan dari STIKOM Surabaya News (SSNews). Tim Jurnalis SSNews yang hadir yakni, Yoe One, Ivan, Hoiril, dan Supreme. Begitu banyak ilmu baru yang didapat dari para pakarnya. Semoga ilmu yang telah didapat bermanfaat bagi seluruh tim serta akan semakin menghidupkan Pers Mahasiswa di STIKOM Surabaya. Amin… [hmm/ivn/yoe/*]

Mejeng Bareng Sutradara AADC

Mejeng Bareng Sutradara AADC

Sharing Bersama Sutradara AADC

Sharing Bersama Sutradara AADC

Discussion

2 comments for “Sharing With Anggota DPR dan Sutradara AADC “Mengais Berita di Tengah Konflik””

  1. wah,,,pasti seru bangt tu,,,??

    Posted by download-31.blogspot.com | October 18, 2011, 10:36 pm

Post a comment