// you’re reading...

Fokus

Satu Lagi, Bekal Fotografi & Video Jurnalistik Bagi Tim SSNews

CyberCampus – SSNews,

Menjadi seorang jurnalistik tentu saja tak hanyadi tuntut memiliki kemampuan untuk menulis saja, tapi juga kemampuan di bidang fotografi dan video. Walaupun secara umumnya lebih banyak menerapkan kemampuan menulis, namun kedua kemampuan tersebut tetaplah harus diketahui sebagai suatu bentuk dalam profesi jurnalistik. Setelah sebelumnya mengikuti seminar Journalist on Duty “Mengais Berita di Tengah Konflik” di Unair Kampus B, serasa tak ingin kehilangan kesempatan lain untuk belajar menjadi seorang jurnalis yang handal, tim SSNews pun mengirimkan empat anggotanya untuk mengikuti Workshop Fotografi & Video Jurnalistik dalam acara eXpress 2 eXist yang diselenggarakan oleh Kompas Kampus dan BCA di UBAYA Kampus Trenggilis sebagai bentuk pelatihan dan peningkatan kemampuan jurnalistik. Anggota yang mengikuti workshop ini adalah Yoe One Ariestya Niovitta (10.41010.0248), Erwin Danu Wardhana (11.39015.0004), Achmad Syarifuddin Amrullah (11.39015.0007), dan Nur Fajar Sulaiman (11.41020.0043). Workshop ini diselenggarakan pada Gedung SerbaGuna Fakultas Teknik UBAYA dengan Pak Vicci Fatralaya selaku pembicara.

Acara yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, 10 November, ini tak hanya dihadiri oleh mahasiswa STIKOM Surabaya dan mahasiswa UBAYA tapi juga dihadiri oleh beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, salah satunya adalah STIKOSA AWS. Dalam acara yang di mulai pada pukul 09.00 ini menjelaskan tentang pengertian Fotografi Jurnalistik yang merupakan hasil karya jurnalistik yang berupa gambar sesuai dengan kejadian dimana berita dibuat. Fotografi Jurnalistik dibagi menjadi tiga bagian, yaitu News (berita bergambar), Spot News (berita berupa tulisan), dan Portrait (berita yang isinya berupa berita perang, ekonomi dll)

Untuk menjadi seorang fotografi jurnalistik diperlukan beberapa hal seperti kreatifitas yang mampu mengemas moment dan berita yang di liput, artinya mampu mengambil moment yang dapat mencakup maksud dan makna serta berita yang tersirat dalam foto tersebut. Hal tersebut dimaksudkan  agar makna dan maksud dapat tersirat dalam foto yang diambil. Jadi foto yang dihasilkan adalah foto yang dapat menceritakan isinya selain itu orang yang melihat hasil foto dapat langsung mengerti makna dan  maksud informasi yang ingin di tampilkan dalam foto tersebut.

Pembahasan selanjutnya adalah Video Jurnalistik yang merupakan hasil karya jurnalistik yang berupa video. Proses pembuatan Video Jurnalistik di mulai dari Pre Production (Pra Produksi), yaitu perencanaan liputan  yang dilanjutkan dengan Production (Produksi) atau peliputan dan mengumpulan hasil liputan. Setelah hasil liputan dikumpulkan, proses selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan Post Production (Pasca produksi), yaitu campers dan PA ingesting kemudian di rough cut yaitu kegiatan pengeditan hasil video yang diliput setelah itu di lanjutkan dengan preview (pengecekan ulang hasil video) dan penulisan naskah kemudian di lanjutkan ke pengeditan AV (pembuatan format video) setelah itu di lanjutkan ke qC produser untuk pengecekan hasil materi dan pemublikasian . [nfs]

Discussion

One comment for “Satu Lagi, Bekal Fotografi & Video Jurnalistik Bagi Tim SSNews”

  1. wah mantep nih.
    dengan melihat langkah-langkah praktikumnya ,saya yakin lulusan stikom bisa siap pakai.
    sukses STIKOM

    Posted by aryo | January 1, 2012, 8:27 pm

Post a comment