// you’re reading...

Fokus

Perjalanan Pulang Kampung diakhir Pekan

Siti adalah nama panggilanku, aku lahir di kota yang dikenal dengan Tahu. Ayahku seorang pegawai negri dan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga.Hidup ku sederhana tapi sangat kaya dengan kasih sayang, terutama kasih sayang dan kesabaran kedua orang tuaku.
Walau sebagai ibu rumah tangga, bagiku ibu adalah pakar ekonomi yang handal. Berapapun pendapatan keluarga, ibu selalu bisa menabung dan mengatur pengeluaran keluarga tetap stabil. Ibu punya impian dan cita-cita agar semua anaknya lulus sarjana, dan bisa bekerja. Sehingga menjadi wanita yang mandiri dan punya karir lain, selain ibu rumah tangga.

Dengan restu, cinta dan kasih sayangnya aku akhirnya diijinkan kuliah di surabaya. Kini aku sudah bekerja sebagai manager di Perusahaan ternama di Surabaya. Yach….. Hidup di surabaya dengan limpahan cinta dan doa dari kedua orang tuaku. Hidup sendiri tanpa keluarga memang berat untuk aku, tapi dengan komunikasi yang baik, dan ridho orang tua semuanya pastilah lancar. Itulah pesan ibu untukku. Dan ibu selalu bilang, berbuatlah baik, pasti lingkungan akan berbuat baik. “Karena dunia adalah cermin bagimu.”
“Tidak ada alasan takut sendiri, selama Tuhan selalu bersamamu”. Harus bisa dan semangat ya……!, itulah pesan-pesan ibu padaku.
Setiap akhir pekan, aku sering pulang kampung, dan ini menjadi agenda yang membuatku sangat spesial. Selain karena kangen orang tua dan keluarga. Perjalanan pulang kampung pasti ada hal-hal baru yang bisa kujadikan pelajaran. Hingga membuatku bisa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untukku. Terima Kasih Tuhan, akan semuanya untukku.
Hari ini, matahari tersenyum cerah sekali. Begitu juga perasaanku, karena hari ini adalah akhir pekan, dan waktuku pulang kampung. Bertemu dengan orang-orang yang sangat mencintaiku. Ibu dan ayah dan keluargaku di kampung.
Dengan hati riang kukeluarkan motor merahku, yach…..bannya kok bocor ya?. Tanyaku dalam hati. Akhirnya aku menuntun dan mencari tukang tambal ban terdekat. Semangat, semangat hiburku dalam hati.
Alhamdulillah, aku dapati tukang tambal ban. Tapi sayang, yang ada hanya bocah kecil dan berlari-lari sambil memanggil ayahnya. Pak, ada yang datang untuk tambal ban. Diluar dugaan seorang lelaki keluar dan bilang kepadaku, maaf mbak yang menambal ban tidak ada. Ayah lagi keluar.
Dalam hatiku sedih sekali, kok tidak dia aja ya? yang menambal kan mestinya bisa…..! (kata ku dalam hati). Akhirnya aku menuntut motorku kembali, sambil berdoa. Ya Tuhan, datangkan padaku segra, tempat tambal ban yang ada orangnya sekalian. Amiin…..
Alhamdulillah, ternyata benar. Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. Rupanya Tuhan mendengar doaku. Kuhampiri tukang tambal ban di depan ku, dan dengan riang lelaki paroh baya itu memberikan bantuan untuk tambal ban.
Kuperhatikan, proses penambalan dengan baik. Alhamdulillah, dalam waktu 30 menit sudah selesai. Luar biasa kagum ku, cepat banget dan selesai dengan baik.
Kutanya dengan tersenyum, berapa pak?. Enam ribu saja mbak. Oh ini pak, kembaliannya tidak usah ya pak. Rasanya Aku senang banget dengan hasil pekerjaan tukang tambal ban ini. Ramah, sopan dan cepat dalam kerjaannya. Apalagi tadi juga sempat memberikan padaku tip dalam memelihara ban motor yang baik. Mbak, kalau pompa ban pilih yang ada ukuran tekanan kayak gini looo….sambil menunjuk alat pengukur itu. Ini fungsinya agar ban dapat isi yang sesuai dgn ukurannya.
Tukang tambal ban ini, memberikan aku ilmu, usaha apapun pasti akan mudah. Jika kita melakukan pekerjaan dengan baik dan sepenuh hati, serta dapat melayani dengan hati yang tulus. Terima kasih ya pak…., kataku sambil pamit padanya.
Akhirnya perjalanan pulang dapat kumulai. Rasanya tidak lengkap jika pulang tidak membawa buah tangan. Akhirnya kuarahkan motor ke sebuah supermarket terdekat, ingin kubeli roti kesukaan ibu. Seperti biasa tukang parkir itu menyapaku dengan senyum kas nya. Itulah salah satu kenapa aku suka belanja di supermarket itu, karena tukang parkirnya ramah dan baik. Dan jujur banget, di karcis tertera parkir Rp.500, dan tiap kuberikan uang Rp. 1000 selalu dengan cepat dia keluarkan uang kembalian. Inilah yang membuatku cukup senang, karena jarang kujumpai tukang parkir seperti ini. Rata-rata pasti minta Rp.1000, walau tanpa karcis. Satu hal yang membuatku nyaman belanja di supermarket itu, karena aku senang dan nyaman dengan sikap tukang parkir itu. Setiap kali memberikan kembalian, atau menerima karcis saat mau pulang, tak lupa tukang parkir selalu bilang terima kasih mbak…..
Rasanya jarang orang bisa bilang terima kasih dengan tulus, tapi tukang parkir di sinar jemur, selalu baik dan bersikap demikian. Itulah kenapa aku suka belanja ke supermarket itu. Selain barang segar untuk sayurannya, di sana selalu kutemui tukang parkir yang baik itu.
Dari sikap dia kudapati ilmu, selalu bersikap jujur dan ramah, pasti selalu riang dan semuanya akan baik-baik saja. Entahlah apakah aku yang GR ya?. Rasanya tiap aku datang ke parkir di sinar itu, tukang parkir selalu bersikap ramah, dan aku nyakin dia juga bersikap baik kepada semua pelanggan.
Setelah kubeli roti kesukaan ibu, akhirnya kulanjutkan perjalanan ke terminal bungur. Dengan riang kudekati Bis terdekat, alhamdulillah bis patas harapan jaya kudapati, dan di sana kelihatan masih ada banyak kursi yang kosong.
Senang hatiku, sudah dapat duduk di bis patas, dan kini aku bisa bernapas lega dan tersenyum ceria. Kusandarkan tubuhku di kursi dan kupejamkan mataku. Sambil membayangkan kedua orang tua yang sedang menungguku di ruang keluarga. Pasti ibu lagi duduk di kursi goyang kesukaannya. Yach ibu, Aku kangen sekali…..
Kurasakan bis patas mulai bergerak, dan perjalanan ke kota tahu …

Penulis: Titik Lusiani, M.Kom,OCA (Dosen S1 Sistem Informasi STIKOM Surabaya)

[kelanjutan cerpen bisa di download di versi pdf dan cetak].

Discussion

Comments are disallowed for this post.

  1. cerpen yang bagus. jika anda punya waktu,tolong review Cerpen di blog saya
    🙂

    Posted by Kumpulan Cerpen | March 30, 2012, 11:05 am
  2. Cerpen bagus yang cair. Disimpan sayang, dibuang lebih sayang. Gak ada salahnya jika dikumpulkan dan dicetak.

    Posted by percetakan | December 4, 2014, 9:35 pm
  3. Cerpen yang menarik, boleh tidak cerpern diatas di copas dan dijadikan cerpen di blog ane…terima kasih

    Posted by goblogbro | September 8, 2015, 10:25 am
  4. Ijin save dulu .

    Posted by Zona Nokia | October 31, 2015, 7:27 pm
  5. izin share cerpen nya .. temen-temen pasti banyak yang suka 🙂

    Posted by Muzaku | June 19, 2016, 9:30 pm
  6. cerpennya sangat bagus dan menarik sekali, ada pelajaran yang dapat kita ambil

    Posted by Ahmad Sufyan | July 13, 2016, 4:35 pm