// you’re reading...

Seputar Kampus

Seminar Nasional Teknologi Informasi (SNASTI) 2011, PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM UPAYA MEMBANGUN PENDIDIKAN BERKARAKTER

CyberCampus – SSNews,

Seminar Nasional Teknologi Informasi 2011 (SNASTI 2011) merupakan seminar nasional bidang Teknologi Informasi (TI) yang diselenggarakan setahun sekali oleh Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer (STMIK) STIKOM Surabaya. Seminar ini diadakan sebagai sarana diskusi dan publikasi hasil penelitian maupun penerapan teknologi terkini, terutama di bidang Soft Computing, Intelligent and Computer Control System, Organization System and Information Technology, Image-Speech-Language Processing, Network and Mobile Computing, Multimedia and Graphic Printing, dan bidang-bidang lain yang terkait. Peserta yang diundang kali ini dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa dan umum. Diharapkan mereka mampu berperan serta dalam upaya mengembangkan peradaban bangsa melalui seminar ini.

Ono W Purbo - Snasti

Ono W Purbo - Snasti

SNASTI 2011 diselenggarakan Jumat (30/09) di ruang Serbaguna STIKOM Surabaya. Seminar ini sudah berlangsung lima kali, sejak 2007. Pembicara spesial kali ini dari tokoh bidang TI terkenal Onno W Purbo. Jebolan Teknik Elektro ITB ini mengenyam pendidikan S2 McMaster University, Kanada. Sedangkan gelar S3nya ia dapatkan di Universitas Waterloo Kanada, spesifikasi bidang yang digeluti adalah Teknologi Rangkaian Terintegrasi untuk Satelit. Berbagai penghargaan telah ia telurkan, buku, publikasi internasional, dan tulisan-tulisan lainnya yang banyak menginspirasi dunia TI.

Tepat pukul 09.00 WIB seminar dimulai, antusias perserta dan pemakalah sudah terlihat sejak awal, meja registrasipun sudah mulai ramai. Total pemakalah kali ini berjumlah 40 peserta. Mereka datang dari berabagai daerah di Indonesia, diantaranya dari Batam, Jogja, Bandung, Surabaya, Jogjakarta, dan beberapa kota lainnya. Seminar kali ini mengusung tema  “Peran Teknologi Informasi dalam upaya membangun pendidikan berkarakter. Drs. Bambang Hariadi, M.Pd. didapuk sebagai moderator.

Sebagai pembuka seminar, Onno bercerita tentang pengalaman hidupnya yang sangat memotivasi peserta seminar. Beliau adalah penggemar berat teknologi Open Source dan sempat mengkampanyekan Indonesia Go Open Sources (IGOS). Open source adalah teknologi sumber terbuka di mana user dapat mengoprek sistem dari perangkat lunak dan bebas mempublikasikan perangkat lunak tersebut tanpa harus membayar lisensi. Berbicara tentang website, baginya internet yang ada di Indonesia adalah berawal dari orang-orang Indonesia yang gila dan bercita-cita mewujudkan internet di Indonesia hingga berkembang pesat seperti sekarang. Ono berpendapat dalam membuat karya teknologi itu tidak harus canggih, asalkan teknologi tersebut bermanfaat bagi banyak orang.

“Semakin banyak orang yang menggunakan karya Anda, maka nampak semakin canggih pula teknologi yang Anda ciptakan walaupun sejatinya teknologi tersebut tidak canggih-canggih amat,” tutur Onno lebih lanjut. Tentang bagaimana cara agar kita mengetauhi kalau teknologi yang kita buat bermanfaat bagi orang banyak, pria berkacamata ini berbagi tips. “Melakukan interaksi dan diskusi dengan banyak orang, baik diskusi secara langsung maupun lewat forum di internet. Melalui media ini kita dapat mengetauhi apa yang sebenarnya masyarakat butuhkan. Contoh sederhana, masyarakat Indonesia banyak yang mengeluh tentang kecepatan internet di Indonesia, maka kita sebagai orang IT harus bisa memberi solusi atas permasalahan tersebut,” imbuh Ono.

Di akhir pembicaraan, ia sempat menggalakkan pentingnya Open Source bagi masa depan Indonesia. Tidak sebatas ajakan dan himbauan, Ono membuktikan dukungannya terhadap Open Source ini, slide presentasinya menggunakan sistem operasi berbasis Linux. Menurutnya tidak rugi bagi kita bermigrasi ke teknologi Open Source, karena didunia kerja nanti kita akan menemui beberapa perusahaan sudah mulai beralih pada teknologi Open Source.

Lebih lanjut Ono bercerita tentang berapa harga sebuah sistem operasi tanpa aplikasi lain, ambil saja 1,5 juta. Bayangkan sebuah perusahaan yang memiiki 1000 komputer, maka 1,5 juta dikali seribu, tidaklah murah bagi sebuah perusahaan. Berbeda jika perusahaan menggunakan sistem operasi seperti Linux Ubuntu yang gratis, berapa banyak biaya yang sudah dihemat. Maka dari itu penting bagi mahasiswa untuk menguasai Open Source. “Kalau Anda sudah berada di lapangan, nilai Anda tidak ditentukan oleh seberapa pintar Anda, kekayaan dan seberapa tinggi jabatan Anda. Nilai Anda akan ditentukan dari seberapa bermanfaatnya diri Anda bagi orang lain,” pesan Ono kepada peserta yang hadir pada seminar. Pakar TI ini juga mengibaratkan, jika kita bermanfaat bagi Surabaya, maka nilai kita adalah juga sebesar Surabaya, jika kita bermanfaat bagi Indonesia, maka nilai kita juga sebesar Indonesia.

SNASTI kali ini membawa manfaat sangat besar bagi peserta, pemakalah, dan mahasiswa. Wacana baru yang mereka dapatkan akan memberi dorongan agar terus berkarya sebaik-baiknya serta melihat segi manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai kita membuat sesuatu yang canggih tetapi tidak memiliki ‘nilai’ di masyarakat. Semoga melalui seminar seperti ini dapat menumbuhkan benih-benih kreatif yang akan membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik, terutama dalam bidang TI. [riz/yoe]

Foto lainnya: (Klik untuk melihat lebih besar)

Aktifvitas peserta di depan stan buku-buku TI

Aktifvitas peserta di depan stan buku-buku TI

Ono berpose bersama pimpinan STIKOM Surabaya dan Moderator Seminar

Ono berpose bersama pimpinan STIKOM Surabaya dan Moderator Seminar

Discussion

2 comments for “Seminar Nasional Teknologi Informasi (SNASTI) 2011, PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM UPAYA MEMBANGUN PENDIDIKAN BERKARAKTER”

  1. Teknologi open source, alternatif murah dan bermutu untuk pengembangan iptek.

    Posted by Obat dan Kesehatan | October 25, 2011, 2:16 pm

Post a comment