// you’re reading...

Liputan Khusus

Manisnya Jerih Payah Bersama

Pacet – SSNews,
Outbound
karyawan kali ini pelaksanaannya sedikit berbeda. Jika pada outbound sebelumnya lebih banyak materi dan permainan. Pada outbound yang sekarang, seluruh keluarga besar STIKOM Surabaya juga menikmati hasil panen hasil jerih payah selama ini. “Rasanya outbound kali ini spesial banget, karena selain ada permainan, kami semua juga memanen cabe, tomat, ketela, kacang-kacangan. Ini adalah jerih payah kita semua, alangkah nikmatnya kita bisa menikmati semua ini,” terang Betty salah satu peserta di acara panen raya.

Panen Raya merupakan acara gabungan dari agenda kegiatan dua bagian di STIKOM Surabaya. Kebetulan bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) memiliki agenda outbound untuk karyawan. Bertepatan dengan acara tersebut, sawah dan kebun milik STIKOM Surabaya saatnya panen. Acara panen tersebut merupakan agenda bagian Administrasi Umum (AU). Sampai akhirnya disepakati untuk menggabungkan dua kegiatan tersebut dan dinamakan “Panen Raya”. Tema yang di usung pada panen raya ini adalah “Manisnya Jerih Payah Bersama”.

Terong Tomat, Cabe, Maknyus.

Terong Tomat, Cabe, Maknyus.

“Acara yang diselenggarakan di Sajen, Pacet , Juli lalu ini, berlangsung sangat meriah. Tercatat hampir seluruh karyawan STIKOM Surabaya mengikuti acara ini,” jelas Amalia selaku kordinator acara. Belum lagi perwakilan dari mahasiswa, tidak kurang dari 28 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Seluruh peserta diberangkatkan dari kampus STIKOM Surabaya sekitar pukul 07.00 WIB. Perjalanan memakan waktu lebih kurang dua jam, sampai di Sajen sekitar pukul 8.30 WIB. Antusias peserta dalam mengikuti kegiatan ini terlihat sejak kedatangan mereka di “Rumah Manis Ini”. Mereka disambut panitia dan Ketua STIKOM Surabaya Dr. Y. Jangkung Karyantoro, MBA.

Setelah seluruh peserta berkumpul di halaman rumah, selanjutnya Ketua memberikan sambutan selamat datang. Ada beberapa hal yang perlu dicatat dari sambutan beliau. Diantaranya tentang nasehat agar kita lebih baik diam, sampai kita bisa berbicara yang damai dan bermanfaat. Lebih lanjut beliau juga menyinggung tentang salah satu ciri the winner, always be happy. Bahagia karena prestasi yang telah dicapai bersama-sama, lewat cucuran keringat dan kerja keras. Tanah, sawah, dan rumah juga merupakan sebuah prestasi. “Semua ini milik siapa?” seru Jangkung dengan gaya khasnya yang menggebu-gebu. Seraya dibalas serentak oleh seluruh peserta, “Milik Kita Semua, Milik STIKOM Surabaya”.

Tidak jauh dari tempat berdiri Ketua STIKOM Surabaya, ditembok samping rumah terpampang spanduk bertuliskan “Rumah Manis Ini, This Sweet Home”. Rumah ini adalah rumah kegairahan yang selalu akan mengingatkan kita bahwa lewat kerja keras dan jerih payah seluruh warga STIKOM Surabaya-lah semua ini dapat dicapai. Kita juga diingatkan agar terus menerus berkarya. Tulisan This Sweet Home memiliki makna spesial, mengandung makna yang berbeda seandainya dituliskan This Sweet House. Sengaja di sana dituliskan kata This Sweet Home bukan This Sweet House. “We can buy house but we cannot buy home,” terang Jangkung disela-sela sambutannya. Sweet Home memiliki makna kebersamaan dan kekeluargaan, inilah yang harus kita perjuangkan.

Selepas sambutan Ketua, acara dilanjutkan dengan pembagian kelengkapan permainan. Panitia sudah menyiapkan segala hal berkaitan dengan permainan yang akan dilakukan dalam kegiatan Panen Raya ini. Mulai dari capil Pak Tani, tali, ikat kepala the winner. Selanjutnya semua peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diberi nama tokoh pewayangan. Ada sedikit cerita sewaktu memutuskan menggunakan nama tokoh pewayangan sebagai nama kelompok. Sebelumnya sempat ada ide menggunakan nama tokoh yang jahat. Tetapi akhirnya diputuskan menggunakan nama tokoh pewayangan yang memiliki karakter baik. “Orang STIKOM Surabaya itu kan baik-baik, kenapa harus menggunakan nama tokoh jahat,” terang Inta dari bagian PSDM saat menjelaskan latar belakangan penamaan kelompok. Beberapa nama yang digunakan antara lain, Nakula, Bisma, Arjuna, dan nama tokoh pewayangan lainnya. Karakter baik dari tokoh-tokoh yang dipilih diharapkan mampu mengilhami peserta agar bisa meniru sifat baik masing-masing tokoh pewayangan.

Nama kelompok sudah ditentukan. Masing-masing kelompok beranggotakan 9 hingga 13 orang dan dipilih secara acak. Anggota sengaja diajak agar seluruh peserta dapat saling mengenal dan mengakrabkan diri satu sama lain. Tiap kelompok akan diikat dengan seutas tali. Meskipun tali dirancang untuk 12 orang, kenyataannya tidak semua beranggotakan sama. Beruntung yang kelompoknya sedikit dan beranggotakan orang-orang langsing. Karena mereka akan dengan mudah menjalani permainan ini. Sebaliknya meskipun ada kelompok yang beranggotakan sedikit tetapi berbadan besar semua, tetap saja akan sulit. Karena tali kurang panjang. Kelompok harus mampu melewati jalan yang sudah ditentukan oleh panitia. Mereka berjalan menyusuri sungai dan pematang sawah dengan badan tetap terikat bersama seluruh kelompoknya. Sesampainyanya di sawah, tiap kelompok melakukan permainan bola tangan dan dilanjutkan dengan foto bersama di sekitar sawah milik STIKOM Surabaya ini. Acara puncak adalah proses panen. Seluruh warga STIKOM Surabaya serentak diberikan kesempatan untuk memanen hasil jerih payah mereka selama ini. Di sana terdapat bermacam-macam hasil sawah mulai tomat, cabe, ketela dan kacang-kacangan. Semua bergembira menikmati hasil panen ini. Setelah semua mendapatkan apa yang mereka panen, seluruh kelompok kembali ke rumah.

Sebelum kembali ke Surabaya, Ketua STIKOM memberi sambutan penutup.  “Bukan semata terong, cabe, dan kacang-kacangannya, tetapi ini adalah simbol bahwa kerja keras selalu ada hasilnya,” tukas Ketua STIKOM. Dilanjutkan dengan pembagian doorprize oleh panitia. Saat kembali ke Surabaya, seluruh peserta mendapatkan hasil panen ditambah dengan berbagai doorprize menarik. [adh]

Foto-foto berkaitan dengan kegiatan Panen Raya:
http://photo.stikom.edu/category/panen-raya

Discussion

No comments for “Manisnya Jerih Payah Bersama”

Post a comment