// you’re reading...

Fokus

Manakah yang Anda Pilih: Orang Pandai, Orang Rajin, ataukah Keduanya? Oleh : Edo Yonatan K. (07410100009 – Mahasiswa Prodi Sistem Informasi)

Edisi Maret – Mei 2009 | Vol. 2

Hari ini, aku senang sekali bisa membantu para praktikanku untuk memahami materi array 1 dimensi. Coba anda bayangkan saja, bagaimana menakutkannya jika mereka tidak bisa menguasai array, padahal banyak aplikasi yang menggunakan array dalam pembuatan database.

Yang lebih mengejutkan lagi, mereka bisa mendapatkan nilai 100 dan paham betul mengenai array. Kalau saya boleh jujur, sebenarnya saya juga masih lemah dalam array. Tapi saya belajar dari teman – teman saya dan dapat membuat statement ini:

”Orang pandai belum tentu pintar. Tapi orang rajin, pastilah dia pintar. Karena orang rajin selalu berusaha demi mencapai apa yang ingin diraihnya, meskipun dia sering jatuh bangun dalam meraih impiannya”

Dari statement itu, saya jadi sadar, bahwa salah satu kunci kesuksesan belajar (selain berdoa tentunya) adalah menjadi orang rajin, bukan sebagai orang yang pandai. Hampir sebagian orang pandai hanya bergantung kepada kemampuan yang dimilikinya tanpa adanya suatu perubahan dalam mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya. Mereka cenderung malas dan hanya belajar dari apa yang didapatnya saja. Terkadang juga mereka tidak mau untuk mengasah kemampuan yang mereka miliki sehingga bisa mempertajam dan memperluas pengetahuan mereka. Orang pandai cenderung sulit berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini disebabkan karena orang pandai menganggap bahwa dirinya telah mampu untuk menguasai materi yang mereka terima. Materi pengetahuan yang mereka terima hanya sebatas materi yang mereka peroleh. Padahal kenyataannya, pengetahuan itu tak terbatas banyaknya.
Berbeda halnya dengan orang rajin. Biarpun dia bukanlah seorang yang pandai, tetapi mereka mau untuk terus menerus berusaha demi meraih apa yang diimpikannya selama ini. Memang, dalam hal kecepatan menangkap materi, orang rajin bisa jadi sangat lemah. Namun, dari kelemahan itulah, mereka sadar bahwa ada materi yang harus terus menerus mereka ulang, agar mereka semakin paham tentang materi yang telah diajarkan. Orang rajin sangat mudah untuk bersosialisasi dengan orang lain. Mereka menganggap bahwa dinya masih kurang mampu untuk menguasai materi yang mereka terima sehingga harus belajar banyak dari orang lain. Dengan begitu, mereka akan bisa menjadi orang yang pintar, bukan orang yang pandai.
Pernahkah anda di kelas sangat cepat memahami materi yang diajarkan oleh dosen tanpa harus diterangkan berulang kali? Jika anda seperti itu, anda adalah orang yang pandai. Tapi, apakah anda pernah mengulang materi yang telah diajarkan oleh dosen demi memantapkan materi yang telah anda dapat di kelas? Sadar atau tidak, sebagian besar orang akan mengatakan bahwa mereka akan berkata “tidak” untuk pertanyaan yang kedua. Sebenarnya, kepandaian dan kerajinan bisa dimiliki oleh semua orang secara bersamaan. Orang bisa dikatakan sebagai orang pandai, tetapi bisa juga dianggap sebagai orang yang rajin. Lalu bagaimana caranya agar bisa mendapatkan kedua hal di atas?

1. Sering – seringlah anda meng-update materi yang telah anda terima
Dalam hal ini, saya tidak bisa mengatakan bahwa anda harus terus menerus belajar. Namun, saya hanya berharap anda terus melatih materi yang telah anda peroleh. Jika materi itu berupa teori, cobalah anda bayangkan bahwa anda sedang membaca buku komik. Anda pasti tidak terasa jika anda membaca komik dan tidak akan berhenti sampai anda mengetahui akhir ceritanya bukan? Cobalah rasakan nikmatnya buku pelajaran anda sebagai buku komik kesayangan anda, maka anda akan menjadi lebih giat dalam belajar. Berbeda halnya apabila materi itu membutuhkan kemampuan untuk berhitung, anda harus sering berlatih agar rumus yang anda kuasai tidak hanya dihapal saja, tetapi juga dipahami penggunaannya. Lain halnya jika materi itu berkaitan dengan logika. Coba gunakan kemampuan anda dalam menganalisa kehidupan anda sehari – hari. Sebagai contoh, bagaimana buah dari pohon bisa jatuh ke tanah dan bukannya ke atas? Apa yang menyebabkan orang yang kita cintai menjadi senang jika kita berada di dekatnya? Seperti itulah jika nanti anda berada dalam dunia kerja. Anda akan diperhadapkan dengan berbagai macam client yang terkadang sering tidak puas akan pekerjaan kita. Kita harus mengetahui bagaimana cara mengatasi ketidakpuasan itu. Dengan begitu, anda akan memperoleh kemampuan dalam beranalisa.

2. Pergunakan waktu anda dalam menggali informasi sebanyak mungkin
Waktu sangatlah berharga. Pernahkah anda berpikir bagaimana bisa seseorang yang sama dengan anda, yang tiap hari makan nasi dan sama – sama memiliki waktu 24 jam, dapat lebih sukses dibandingkan anda. Hal ini dikarenakan mereka dapat mengatur waktu (time management) dalam melatih kreatifitas mereka. Ada beberapa buku yang pernah saya baca mengatakan, bahwa jika seseorang tidak pernah melatih otak mereka, maka beberapa jutaan sel otak akan mati. Itu sebabnya, sering didapati orang pikun di masa mudanya. Cobalah mengatur waktu anda. Memang, ini sangat sulit dilakukan karena saya pun juga kadang kalang kabut ketika mempraktekkan hal ini. Kalau anda sulit untuk mengatur waktu anda, cobalah sejenak membaca koran untuk menambah informasi guna merangsang otak anda dalam berpikir. Jika anda pencinta media elektronik, anda dapat menggunakan sarana TV maupun internet sebagai sumber informasi anda. Atau apabila anda adalah seorang kutu buku, anda bisa memanfaatkan fasilitas perpustakaan di kampus anda sebagai bahan referensi anda. Tapi harap berhati – hatilah jika anda menjadi seorang kutu buku. Anda akan sulit bergaul dan cenderung pendiam karena sulit beradaptasi dengan lingkungan anda!

3. Belajarlah berinteraksi dengan orang lain
Seperti yang saya katakan sebelumnya, orang pandai cenderung sulit berkomunikasi dengan orang lain. Lain halnya dengan orang rajin yang mudah untuk bersosialisasi. Berinteraksi dengan orang lain merupakan salah satu hal penting yang harus dipelajari oleh manusia. Ini disebabkan manusia adalah makhluk sosial. Mereka tidak akan bisa untuk hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Jika anda ingin belajar berinteraksi dengan orang lain, anda dapat mengikuti berbagai forum, belajar kelompok, atau sering bertanya dengan orang lain. Dengan begitu, anda akan memperoleh berbagai informasi yang anda butuhkan. Anda juga akan lebih mengerti dan memahami bahwa karakter antara orang itu berbeda. Sehingga, anda bisa mengukur mana orang – orang yang cocok untuk menjadi rekan anda, baik dalam belajar bersama maupun dalam bekerja.
Dari penjelasan di atas, tahukah anda berada di posisi manakah anda? Apakah orang pandai, orang rajin atau keduanya?

Discussion

Comments are disallowed for this post.

  1. Pertamax nih gan

    aku pilih orang beruntung dong, soalnya orang beruntung g ada ruginya

    Posted by yudhist | March 8, 2010, 9:43 am
    • orang beruntung adalah orang yang mau berusaha,
      sebagai staff stikom surabaya, saya sangat bangga jika ada mahasiswa yang pandai dan rajin sehingga bisa sangat berguna bagi masyarakat dan negara

      Posted by ratnawati | March 8, 2010, 9:48 am
    • menurut saya kenapa orang bisa pandai karena mereka rajin belajar karena tidak ada orang lahir langsung pandai justru pandai itu adalah proses dari mereka belajar cuma mungkin yang membedakannya adalah cepat tidak nya mereka menyerap informasi dari luar, ada yg cepat menangkap informasi ada juga yang lambat alis telmi tapi keduanya bisa tahu segala hal melalui proses rajin belajar, trims.

      Posted by Raden Sudrajat | December 29, 2015, 2:45 pm
  2. dapat suatu pembelajaran lagi dari orang lain, thanks ia do, statementmu buat semangadku kembali lagi

    Posted by ssnewscrew | April 13, 2010, 5:07 pm
  3. dapat suatu pembelajaran lagi dari orang lain, thanks ia do, statementmu buat semangadku kembali lagi. Hendy

    Posted by ssnewscrew | April 13, 2010, 5:08 pm
  4. saya setuju untuk memilih jadi orang rajin, karena dengan rajin, insyaallah kita pandai. Sesuai dengan sebuah pepatah ”Rajin pangkal pandai”,,,
    Selain itu memang benar kalau kita tidak mengulang-ulang materi yang kita pelajari, maka kita akan lupa akan materi tersebut, akibatnya seperti orang pikun padahal masih muda

    Posted by ylaskar | January 5, 2012, 3:29 pm
  5. seandainya bisa saya ingin menjadi orang yang pandai, rajin dan selalu ingin tahu tetapi juga tidak sombong.ingin menjadi orang yang rajin bertanya pada orang lain dan cepat mengerti penjelasan mereka namun disisi lain juga mampu bersosialisasi dengan baik dan menghargai pendapat orang lain dan tidak mengganggap diri saya paling benar. 🙂

    Sunu Puguh, IT Support staff Institut Manajemen Telkom
    hhtp://www.imtelkom.ac.id

    Posted by sunu puguh | May 28, 2013, 10:22 pm
  6. kalau saya pilih jadi orang rajin saja . . .percuma juga kan kalau jadi orang pandai kalau pemalas bisa-bisa hilnag kepandaiannya!!!

    Posted by obat herbal gairah seksual | August 12, 2013, 1:21 pm
  7. kalau saya pilih keduanya dan satu lagi bejo ( beruntung ) he. .

    Posted by mukti | August 12, 2013, 1:22 pm
  8. jadi bingung kalau semua harus dengan sebuah pilihan

    Posted by Model Teras Rumah Minimalis | November 7, 2014, 3:09 pm
  9. bingung nihh mau pilih yangmana

    Posted by hoerul anwar | March 8, 2015, 4:04 pm
  10. Kalau ada pilihan keduanya saya pasti pilih keduanya (pandai dan rajin). Orang pandai yang rajin pastinya hal2 yang dilakukan akan lebih terarah dan bermanfaat

    Posted by Baju Bola | July 19, 2015, 4:02 am
  11. Saya pilih orang rajin hehe orang rajin pasti akan pandai dengan sendirinya. Daripada orang pandai, tapi tidak rajin? Buat apa? hahaha sekarang ini sepertinya sudah tidak ada tuh orang rajin dan pandai. Adanya orang pemalas semua. Semoga saja mereka bisa berubah.

    Posted by Ruangguru Jakarta | September 18, 2015, 1:37 pm
  12. Saya suka dengan orang rajin. Orang yang rajin selalu mencerminkan dengan kerja kerasnya. Tidak memilih orang pandai karena orang pandai blm tentu rajin. Belum tentu orang pandai sukses kalau tidak si dasari rajin kerja keras. Kalau sudah pandai apalgi rajin juga. Sempurna.

    Posted by Kang Angga | April 29, 2016, 9:31 pm
  13. Saya Pilih Keduanya lah..Hehe

    Posted by Ayu | May 11, 2016, 8:23 am
  14. Terima kasih telah berbagi artikelini semoga bermanfaat untuk kita semua khususnya saya yang belum mengetahui berada di posisi manakah saya 🙂

    Posted by WapkaMp3 | May 12, 2016, 4:59 pm
  15. orang rajin pasti pandai
    jadi pilih rajin

    Posted by dotcampus | July 8, 2016, 9:34 pm
  16. Ya iya lah…
    Pasti org rajin yang tidak pintar..tapi akan selalu mencari keberuntungan nya dengan sifat rajin nya..

    Posted by Ahock padmajaya | July 16, 2016, 6:55 am
  17. Kalau saya sih keduanya ya..
    Karena kedua kepribadian antara rajin dan pandai kan saling melengkapi satu sama lain 🙂

    Posted by stafaband | September 28, 2016, 10:08 am