// you’re reading...

Fokus

Jaga Kesehatan Masyarakat Melalui Pengobatan Massal Bhakti sosial mahasiswa STIKOM

Edisi Maret – Mei 2009 | Vol. 2

CyberCampus-SSNews,
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Silat Tauhid Indonesia (STI) pada Sabtu (16/5) mempunyai kegiatan unik yang berhubungan dengan bidang sosial masyarakat. Kegiatan unik tersebut adalah pengobatan alternatif massal dimana kegiatan ini dapat menjadi pemecah kebuntuan di kalangan masyarakat yang tingkat kesejahteraannya menengah ke bawah.

Di situasi yang sulit untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti saat ini, urusan menjaga kesehatan memang menjadi urusan kesekian. Oleh karena itu pengobatan alternatif massal yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan tersebut pun mendapat sambutan hangat dari sivitas akademika STIKOM Surabaya serta warga sekitar.
Menurut Agus Dharmawan selaku Ketua Pelaksana, kegiatan ini berjalan dengan sukses. “Ini terbukti dengan jumlah peserta yang melebihi target dari yang kami tentukan.” Urai cowok yang akrab dipanggil Agus ini. “Dalam kegiatan ini jumlah peserta yang berpartisipasi berjumlah 79 orang, padahal target kita hanya 45 orang”. Lanjutnya kemudian.
Agus menjelaskan peserta pengobatan alternatif ini banyak yang berasal dari daerah sekitar STIKOM SURABAYA seperti Kendalsari, rumah susun Penjaringan, Kedung Baruk, serta ada juga yang berasal dari Menur Pumpungan. Salah satu faktor yang menunjang kesuksesan acara ini adalah bebas biaya bagi para pesertanya. Pembebasan biaya tersebut dilakukan karena UKM STI ingin secara tulus membantu para masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan kesehatan.
Kegiatan pengobatan ini dilakukan dengan memijat pasien guna mendeteksi penyakit yang ada dan setelah berhasil dideteksi penyakit pasien, maka Tabib akan mengalirkan energi yang berfungsi untuk membersihkan penyakit dalam diri pasien. Proses pembersihan penyakit ini menghabiskan banyak tenaga sehingga satu orang Tabib tidak bisa menangani pasien dalam jumlah terlalu banyak. Jumlah pasien yang bisa ditangani Tabib rata – rata berjumlah 5 orang. Apabila Tabib merasa sudah terlalu banyak tenaga yang dikeluarkan, maka Tabib tersebut akan mengambil waktu istirahat.
Acara pengobatan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama dilaksanakan pada pukul 08.00 sampai 12.00 dan sesi kedua dilaksanakan pada pukul 13.00 sampai 16.30. Hal ini disebabkan terlalu membludaknya jumlah peserta sehingga perlu dibatasi. Saat sesi pertama berlangsung, pada sekitar pukul 09.00 sudah banyak warga yang antri untuk mendaftar dan ini membuat panitia sedikit kelabakan. Beruntung setelah itu proses pendaftaran dapat kembali tertib sehingga tidak mengganggu proses pengobatan massal.
Peserta pengobatan banyak mengalami berbagai keluhan penyakit, seperti asam urat, kolesterol, kencing manis sampai stroke. Kegiatan ini menjadi semakin begitu spesial dikarenakan mendapat kunjungan dari Drs. Abdul Halimsyah selaku Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Pria yang akrab dipanggil Halim tersebut menyempatkan hadir di sela – sela kesibukannya untuk menyapa para warga yang menjadi peserta pengobatan.
Purnawirawan Angkatan Laut ini juga berbincang – bincang dengan Ketua Pelaksana seputar kegiatan yang sedang berlangsung dan memberi masukan kepada panitia supaya kegiatan serupa mendatang dapat menjadi lebih baik. Slamet, salah satu peserta yang bertempat tinggal di Kendalsari, merasa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga dan diharapkan agar kegiatan ini sering diadakan secara rutin.[ags]

Discussion

Comments are disallowed for this post.

Comments are closed.