// you’re reading...

Liputan Khusus

Ingin Besarkan Nama “Ries Project” Ini Kisah Mahasiswa Stikom Surabaya

Bukan kali pertama Muhammad Haris Khoirudin mendapat prestasi. Mahasiswa program studi Managemen Stikom Surabaya ini memiliki semangat dan tekat yang tinggi. Ia memiliki latar belakang spiritual yang membentuk karakternya sejak pertama kali berada di pondok pesantren saat duduk di bangku SMP. Ia harus berpisah dengan keluarga dan meninggalkan Tulungagung kota kelahirannya.

Haris memiliki spirit dalam diri, bagaimana cara agar hidupnya bisa dilihat orang lain. Terutama dapat bermanfaat untuk orang lain. Haris tidak pernah merasa kalau dirinya itu bisa, meskipun ia mampu. “Jgn pernah merasa saya ini bisa. Agar harkat dan martabat itu terangkat.” Ungkap Haris.

Hingga akhirnya Laki-laki kelahiran 1996 itu memilih untuk kuliah di Stikom Surabaya prodi Managemen. Pasalnya ia memilih Stikom Surabaya karena prodi itu baru dibuka dan menjadi angkatan pertama. Ia selalu berfikir positif, kalau dia bisa sukses nama dia akan dikenal prodi dan Stikom Surabaya.

Awalnya Haris diminta orang tua untuk mondok agar jadi mubalig. Namun kenyataannya sekarang ia sudah sukses menjalan bisnis dan kuliah. Orderan setiap bulan bisa tembus 8 sampai 10 dan memiliki 7 karyawan. “Saya pengennya jd mubalig lewat bisnis.” Ujar mahasiswa angkatan 2015 tersebut dengan tawa.

Haris yang aktif di organisasi kampus seperti Hima dan menjadi ketua HIPMI PT Stikom Surabaya. Prestasi Haris yang baru saja diumumkan kemarin (6/6), ia beserta timnya mendapat pendanaan dari RISTEKDIKTI dalam program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2018.

Sebagai ketua tim, sejak SMA Haris sudah menggagas ide yang ia miliki dan sudah berjalan. “Ries Project Clothing Garment” (Konveksi) judul proposal yang diajukan tembus dan bersaing dengan mahasiswa se-Indonesia. Mengawali bisnis konveksi merupakan pengalaman panjang baginya. Berawal ketika kelas 2 SMA Haris tidak langsung memiliki produksi konveksi sendiri, melainkan jadi makelar.

Menurutnya ia bisa lolos di KMBI dan bersaing dengan mahasiswa se-Indonesia karena usahanya berjalan lebih dari 3 bulan, sudah memiliki customer dan memiliki pendapatan. Sesuai syarat pengajuan proposal ke KBMI, Haris menggandeng teman-temannya dari prodi Managemen Hernita Kurniasari (2015), Stefani Abelina Tiur (2015), Muchammad Gusthomi (2017). Dengan ketentuan dana hibah, Kemenristekdikti memberikan dukungan modal bisnis sebesar 10 Juta beserta pendampingan dari Kampus Stikom Surabaya. (els)

Discussion

2 comments for “Ingin Besarkan Nama “Ries Project” Ini Kisah Mahasiswa Stikom Surabaya”

  1. Salut pada usaha Mas Haris membangun bisnis dari nol dan sudah berjalan sampai memiliki karyawan… Saya juga ingin buka bisnis konveksi ditulungagung dengan tujuan pemasaran diindonesia selanjutnya bisa merambah keluar negeri. Dengan kualitas dan kuantitas yg bagus dan harga yg terjangkau saya berharap bisa bersaing dalam segi pemasaran produk saya. Moga kita bisa sama2 menjadi partner bisnis kedepannya. Atau saling sharing tttg bisnis.

    Posted by AgungS | June 30, 2018, 8:11 pm
  2. Mantap, terus jaya Indonesia

    Posted by Dolan Yok | July 31, 2018, 9:34 am

Post a comment