// you’re reading...

Seputar Kampus

Hadapi Era Digital, Gurupun Perlu Belajar E-Journal

DSC_0451Guru selain memiliki peran sebagai pendidik dalam proses belajar mengajar di sekolah, juga harus bisa menjadi teladan bagi siswanya. Cara termudah yang harus dilakukan adalah bisa mengikuti pola pikir siswa. Di zaman modern seperti ini model pendidikan tidak bisa lepas dari peran teknologi, oleh karena itu gurupun harus selalu up to date dalam mengikuti perkembangan teknologi. Tujuannya sangat sederhana, pertama agar mengerti bagaimana perilaku siswa saat ini dan bagaimana teknologi mampu meningkatkan kinerja guru agar lebih produktif dalam proses mendidik.

Era digital seperti sekarang menuntut manusia serba praktis dan cepat. Jika dulu tugas sekolah, ditulis di buku dan publikasi/jurnal harus dicetak, beda lagi sekarang. Pelaku dunia pendidikan bisa melakukan publikasi karya melalui media digital secara online. Publikasi dalam bentuk digital atau bisa disebut “E-Journal”. Lebih jauh E-Journal dapat diartikan sebagai penyampaian informasi dan komunikasi dalam bentuk tulisan atau jurnal secara online. E-Journal menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai suatu jurnal konvensional (terbitan dan kajian secara mendalam) yang dapat menjawab tantangan globalisasi. E-journal bukan berarti menggantikan model jurnal konvensional (cetak), tetapi memperkuat jurnal tersebut melalui pengelolaan penulis, karya tulis, dan tanggapan atas karya tersebut, bahkan sampai pada tingkat mendiskusikan secara tak terbatas.

DSC_0458Kondisi tersebut memberi tantangan baru bagi guru-guru yang tergabung dalam Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur (Jatim) untuk memperdalam pengetahuan tentang E-Journal. Melalui ketua sekaligus koordinator APKS PGRI Jatim Drs. Didiek Budihardjo, M.M. mencoba melakukan penjajakan kerjasama dengan perguruan tinggi. Stikom Surabaya ditunjuk sebagai penyelenggara sekaligus pemateri dalam pelatihan E-Journal kepada guru-guru se-Jatim yang tergabung dalam APKS PGRI Jatim ini.

Materi dalam pelatihan ini adalah bagaimana karya tulis seorang guru  (jurnal, artikel, dan lain-lain) dapat terpublikasikan secara nasional maupun internasional. Agar dapat melakukan hal tersebut guru harus memiliki pengetahuan dasar tentang publikasi karya tulis ke ranah digital. Bagaimana mengolah tulisan menjadi standar publikasi digital dan bagaimana memanfaatkan tool atau aplikasi publikasi.

Anjik Sukmaaji, S.Kom., M.Eng. yang didapuk sebagai pemateri dalam pelatihan kali ini memberi arahan serta cara mengolah E-Journal. Aplikasi yang digunakan adalah Open Journal System (OJS). OJS sendiri merupakan aplikasi yang lazim digunakan untuk melakukan publikasi karya tulis digital. Fitur OJS sendiri banyak digunakan karena bisa dikelola secara lokal. Sehingga pengguna awam bisa melakukan uji coba tanpa harus terkoneksi secara online. Setelah paham cara penggunaannya, barulah bisa dilakukan secara online.

OJS membantu setiap tahap proses penerbitan dari pengajuan sampai publikasi online dan pengindeksan. OJS berusaha untuk meningkatkan kualitas ilmiah dan penelitian. “OJS dapat diakses secara terbuka sehingga dapat meningkatkan jumlah pembaca dan memberi kontribusi terhadap kepentingan publik dalam skala global,” terang Anjik yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Sistem Komputer Stikom Surabaya.

pelatihan_pgri

Pelatihan ini digelar Rabu (16/11) di ruang Perpustakaan kampus Stikom Surabaya. Di akhir acara Rektor Stikom Surabaya Prof. Dr. Budi Jatmiko, M.Pd. berpesan, “Kegiatan pelatihan semacam ini yang terpenting bukan output semata terlebih adalah outcome,” jelasnya. Pelatihan semacam ini adalah salah satu bentuk dharma kepada masyarakat bagi perguruan tinggi. Pelatihan apapun tidak akan berdampak jika hanya sebatas wacana tanpa ada implementasi nyata. Hal senada juga disampaikan oleh¬† Ketua APKS PGRI Jawa Timur, Drs. Didiek Budihardjo, M.M., melalui pelatihan ini guru-guru diharapkan bisa menjadi virus yang menularkan ilmu serta bisa memberi dampak positif bagi lingkungannya dan daerahnya secara umum. (pr)

 

Discussion

No comments for “Hadapi Era Digital, Gurupun Perlu Belajar E-Journal”

Post a comment