// you’re reading...

Fokus

BELAJAR DESAIN KEMASAN GUNA TINGKATKAN OMZET

Surabaya-ssnews,
Desain kemasan produk menarik sama dengan harga jual naik. Inilah salah satu solusi bagi pengusaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang ingin meningkatkan penjualan produknya. Guna membantu para pengusaha IKM meningkatkan omzet penjualannya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemerintah Kota Surabaya bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Kemasan Fleksibel (PPKF) STIKOM Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Desain Kemasan.

Pelatihan ini diselenggarakan selama tiga hari yaitu 21-23 Oktober 2009 bertempat di Kampus Kutisari STIKOM SURABAYA. Pelatihan yang diikuti 25 pengusaha IKM anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) tersebut dibuka oleh Ibu Wakil Walikota Surabaya, Tjahyani Retno Wilis Arif Afandi.

Dalam pembukaannya, perempuan yang akrab dipanggil Retno Wilis tersebut memaparkan pentingnya pelatihan ini diselenggarakan. “Dengan desain kemasan yang menarik, maka mutu dan kualitas produk akan semakin baik.” Terang Retno Wilis. “Apabila kualitas produk meningkat maka calon pembeli akan semakin mudah untuk tertarik dan ini memberi arti omzet akan meningkat.” Lanjutnya sembari tersenyum.

Retno Wilis juga mengungkapkan rasa bangganya akan barang-barang yang diproduksi di Surabaya dimana detil unik dari barang-barang tersebut sangat ditonjolkan. Melalui pelatihan ini, Retno Wilis berharap para peserta mengolah kreatifitasnya sehingga menghasilkan desain kemasan yang menarik bagi produknya. Hal ini tentu akan semakin meningkatkan nilai jual produk dan kebanggaan akan barang-barang produksi kota Surabaya.

Usai pembukaan, pelatihan dimulai dengan pemberian materi secara teori oleh Dewi Ariyani. Awal sesinya, praktisi kemasan fleksibel yang akrab dipanggil Dewi tersebut mengundang para peserta untuk menunjukkan produk-produknya. Seluruh peserta pun merespon undangan tersebut secara antusias dan memamerkan produk-produknya baik berupa makanan, tekstil maupun produk buatan tangan.

ppkf_webSetelah melihat seluruh produk para peserta, Dewi pun menjelaskan pentingnya sebuah kemasan bagi suatu produk. “Saya pernah bertemu dengan salah satu pengusaha dari Surabaya yang juga salah satu peserta pelatihan desain pada tahun 2002 lalu. Pengusaha tersebut bercerita bahwa produknya hanya memiliki omzet sebanyak 50 kg dengan daerah penjualan di Depok.” Cerita Dewi. “Setelah kami bantu membuat desain kemasan yang menarik, sekarang omzetnya menjadi 5 ton dengan daerah penjualan meluas menjadi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Bahkan saat ini pengusaha tersebut hanya dapat memenuhi permintaan satu swalayan grosir karena kewalahan sehingga menolak permintaan swalayan yang lain.” Lanjutnya.

Usai mengikuti materi dari Dewi, para peserta tampak semakin antusias untuk mengikuti pelatihan ini hingga usai. Pelatihan ini diselenggarakan dengan tiga metode yaitu pada hari pertama peserta memperoleh materi teori, hari kedua para peserta akan menerima materi membuat desain di komputer kemudian pada hari terakhir peserta akan berlatih secara praktek untuk membuat kemasan dengan alat cetak yang disediakan PPKF. Dengan ketiga metode tersebut, diharapkan para peserta akan dapat segera mengimplementasikan wawasan yang diperoleh pada produknya.[iny]

Discussion

Comments are disallowed for this post.

Comments are closed.