// you’re reading...

Artikel & Opini

Accelerated Learning Belajar Bukan Mengonsumsi, tapi Belajar Itu Berkreasi

“Aduh, materi yang diberikan koq berbeda sekali dengan mata kuliah yang saya ambil ya?”

“Jujur saja, aku tidak paham kalau dia (pengajar,red) yang menerangkan mata kuliah ini”

Pernahkah anda mendengar sepintas pernyataan di atas yang terucap pada rekan anda?

Atau anda sendirilah yang pernah mengatakan statement tersebut?

Accelerated Learning

Accelerated Learning

Kita sebagai pengajar dituntut untuk bisa mengerti pola pikir seorang pelajar. Hal ini ditujukan agar materi yang kita sampaikan dapat diserap oleh mereka. Kata “pengajar” di sini, tidak hanya difokuskan bagi dosen maupun guru saja. Pemberi materi atau yang biasa dikenal dengan pemateri juga bisa disebut sebagai pengajar. Bahkan, ketika anda menerangkan suatu mata kuliah kepada rekan anda, anda juga bisa disebut sebagai seorang pengajar.

Lalu bagaimana kita menyingkapi permasalahan di atas? Ada banyak metode pembelajaran yang dapat anda gunakan dalam penyampaian materi. Salah satu materi yang akan saya bahas di sini adalah penggunaan metode Accelerated Learning. Bagi pembaca, hal ini mungkin merupakan metode yang sudah lama dan sering anda dengar. Tapi tahukah anda keunikan dalam menggunakan metode ini?

Pada metode ini diajarkan bahwa belajar bukan mengonsumsi, melainkan belajar itu berkreasi. Artinya, kebiasaan seseorang dalam belajar dituntut untuk memahami materi. Hal ini tidak akan berlangsung lama, mengingat motivasi dan semangat belajar pada seseorang tidak akan pernah ada dalam sebuah tekanan dan paksaan. Akan tetapi ketika seseorang memiliki semangat dan merasakan kenyamanan dalam suatu pembelajaran, hal ini akan menimbulkan suatu imajinasi dengan melahirkan hasil karya yang inovatif. Suasana yang kondusif juga akan mempengaruhi tingkat pemahaman seseorang dalam menyerap materi. Itu semua merupakan salah satu yang akan diajarkan pada metode kali ini. Bahkan, metode ini memanfaatkan semua panca indera dalam tubuh seseorang dalam menerima pembelajaran. Bukankah itu sangat menarik?

Metode Accelerated Learning menggunakan pendekatan SAVI guna mengimplementasikan dalam proses belajar mengajar. Adapun makna pendekatan SAVI (Somatis-Auditori-Visual-Intelektual) akan dijabarkan di bawah ini:

1. Somatis

Somatis memiliki tujuan untuk belajar menggunakan aktivitas fisik. Artinya, pembelajaran yang monoton dan hanya duduk di bangku saja, akan membatasi ruang gerak dalam belajar. Anda bisa mencoba untuk bergerak kian kemari guna meningkatkan sirkulasi dalam tubuh sehingga memberikan kesegaran kembali pada otak. Melatih seseorang dalam berkomunikasi sambi menggunakan bahasa tubuh juga akan menjadikan seseorang lebih percaya diri dalam menguasai materi. Jadi janganlah anda beranggapan bahwa belajar hanya duduk di komputer sambil menatap layar monitor saja. Semakin lama anda berhadapan di meja komputer, maka akan menumpulkan otak anda.

2. Auditori

Belajar dengan mendengar dan berbicara merupakan tujuan dari auditori. Hal inilah yang sering digunakan oleh beberapa ibu hamil. Mereka akan mendengarkan berbagai musik instrument guna merangsang daya otak buah hatinya yang masih dalam kandungan. Seperti itulah dalam dunia belajar. Musik akan dapat menetralisir kejenuhan dalam pembelajaran. Dengan didukung interaksi dan komunikasi yang dilakukan, maka akan membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.

3. Visual

Seseorang cenderung lebih mudah memahami materi pembelajaran dalam bentuk grafik, gambar, dan video daripada dalam bentuk teks. Sadar atau tidak, hampir sebagian besar orang akan lebih cepat menangkap materi dalam bentuk visualisasi tanpa harus diterangkan oleh pengajar. Itulah yang diminta dalam pembelajaran visual, yaitu belajar dengan melihat. Jadi janganlah heran, ketika anda menerangkan materi yang lebih bersifat teks, maka akan banyak orang yang menutup mata sambil sesekali menguap.

4. Intelektual

Ketika anda melihat seseorang melamun, bisa jadi dia sedang mencoba untuk merenungkan sesuatu. Itu juga merupakan tujuan dari intelektual, yaitu belajar dengan berpikir dan membayangkan. Melalui sebuah imajinasi, maka seseorang akan bisa mengintrepretasikan pembelajaran ke dalam otak. Sebuah pemikiran yang tidak masuk akal, bisa menjadi salah satu solusi dalam memecahkan suatu masalah. Untuk melatih otak anda, coba anda pikirkan sebuah kaleng. Apa yang bisa anda buat dengan sebuah kaleng? Sadar atau tidak, anda telah menggunakan intelektual anda dalam menjalankan suatu pembelajaran.

Setelah anda mengetahui metode Accelerated Learning, sepintas anda akan berpikir, metode pengajaran apa yang pernah saya pakai waktu mengajarkan kepada orang lain? Ingat! Ini hanyalah sebuah metode pembelajaran. Semuanya itu tidak akan berjalan tanpa adanya keinginan dan motivasi seseorang dalam belajar.

Source: The Accelerated Learning Handbook
Edo Yonatan K.
Mahasiswa jurusan S1 Sistem Informasi

Discussion

16 comments for “Accelerated Learning Belajar Bukan Mengonsumsi, tapi Belajar Itu Berkreasi”

  1. Artikel yang sangat bagus, semoga bermanfaat bagi para pembaca, amin

    Posted by Virtual Learning | July 6, 2011, 1:54 am
  2. artikel yang bagus sekali..saya rasa metode Metode Accelerated Learning perlu diterapkan oleh semua pengajar..

    Posted by cocobi lin | September 19, 2011, 2:18 pm
  3. Nice Share..,

    Belajar bisa menjadi sangat menyenangkan bila disampaikan / dilakukan dengan cara yang ‘kreatif’

    Posted by Ariko D' Hagana | January 18, 2012, 7:33 pm
  4. tepat sekali..apapun metodenya tanpa motivasi dari anak didik hasilnya akan nihil..akan tetapi terobosan2 baru dalam proses belajar mengajar tetap dibutuhkan..ya salah satunya dengan metode accelerated learning

    Posted by artikel pendidikan | May 26, 2014, 8:57 pm
  5. budaya MENGKONSUMSI udah mendarah daging di kalangan mahasiswa, tinggal bagaimana mindset mahasiswa tersebut bisa berkreasi dengan imajinasi atau hanya sebagai pemakain ( KOMSUMEN )

    Posted by wisata karimunjawa | October 13, 2014, 3:15 pm
  6. tepat sekali untuk di kembangkan lagi agar lebih bermanfaat

    Posted by 5 Desain Model Kanopi Teras depan | November 7, 2014, 3:08 pm
  7. Saya setuju banget dengan pernyataan belajar itu berkreasi
    jadi bukan meniru apa yg diajarkan

    Artikel yg bagus

    Posted by Iklan Online | February 7, 2015, 12:38 am
  8. apapun metodenya pasti bagus jika anak didik kreatif

    Posted by daftar facebook baru | March 20, 2015, 2:07 pm
  9. jika menganggap belajar itu berkreasi, mungkin tidak mudah stres dan lebih asik. artikelnya sangat bagus , saya suka temanya

    Posted by Belajar Ngeblog dan SEO Google | July 10, 2015, 5:51 pm
  10. belajar bukan mengonsumsi, melainkan belajar itu berkreasi. Artinya, kebiasaan seseorang dalam belajar dituntut untuk memahami materi. Hal ini tidak akan berlangsung lama, mengingat motivasi dan semangat belajar pada seseorang tidak akan pernah ada dalam sebuah tekanan dan paksaan.
    kalimat penuh inspirasi…..,sy cobaain ,,,

    Posted by Model Pembelajaran | February 27, 2016, 1:49 pm
  11. Setuju banget .

    Accelerated Learning Belajar Bukan Mengonsumsi, tapi Belajar Itu Berkreasi.

    Selalu berkreasilah anak INDONESIA.

    Posted by Kang Angga | April 29, 2016, 9:27 pm
  12. dengan merubah pola pikir kita yaitu Belajar Bukan Mengonsumsi, tapi Belajar Itu Berkreasi. maka murid tidak akan merasa terbebani oleh pelajaran, bener gak min ? 🙂

    Posted by tips blogger | May 14, 2016, 7:47 am
  13. berkreasi memang sangat dibutuhkan di zaman ini, tapi sangat sulit mencari siswa yang pintar berkreasi

    Posted by dotcampus | July 8, 2016, 9:11 pm
  14. Belajar memang harus di sesuaikan dengan minat anak agar mereka menyukai proses tersebut.

    Dengan adanya metode belajar yang terus berkembang maka akan memperoleh sistem pembelajaran yang terbaik

    Posted by Kang Abbi | August 11, 2017, 10:49 am

Post a comment