// you’re reading...

Fokus

190 Mahasiswa STIKOM SURABAYA Semarakkan HUT Surabaya lewat Parade Budaya

Edisi Maret – Mei 2009 | Vol. 2

Surabaya – SSNews,
Ada pepatah mengatakan “Bila ada niat, segala rintangan akan terlampaui”. Pepatah tersebut tepat untuk menggambarkan suasana saat Parade Budaya pada hari Minggu (10/5). Hujan deras yang mengguyur kota Surabaya sebelum acara dimulai, tak mampu menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti parade yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Surabaya ke-716.

Banyak instansi yang berasal dari pemerintah maupun swasta berpartisipasi untuk memeriahkan Parade Budaya. STIKOM SURABAYA pun tak mau ketinggalan berperan serta. Dengan menggunakan 4 alat tranportasi, STIKOM Surabaya membawa pasukannya yang berasal dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Mahasiswa (DEMA), Koperasi Mahasiswa (KOPMA) serta karyawan bergabung dalam parade ini.
Start parade yang bertempat di Tugu Pahlawan dimulai pada pukul 13.30 menjadi permulaan rangkaian Parade Budaya yang meriah. Selanjutnya iring – iringan parade melintas Jalan Kramat Gantung, Tunjungan, Gubernur Suryo,Yos Sudarso dan berakhir di Taman Surya. Tiba di Taman Surya, para peserta disambut dengan panggung kehormatan yang dihadiri Wakil Walikota Surabaya, Arif Afandi.
Rombongan STIKOM SURABAYA yang mendapat nomor urutan 40, menunggu dengan sabar untuk berangkat di tengah rintik–rintik hujan yang turun selama kegiatan pawai. Rombongan yang berasal dari berbagai UKM, seperti UKM Tari, UKM Musik, UKM Jiujitsu, UKM STI, UKM Capoeira, UKM Teater, UKM Paduan Suara tampil dengan menggunakan seragamnya masing-masing.
Di tengah-tengah perjalanan UKM Jiujitsu unjuk kebolehan dalam bela diri. Penampilan UKM Jiujitsu tersebut mendapat sambutan yang begitu meriah dari ribuan penonton yang berada di pinggir jalan. Selain itu rombongan STIKOM SURABAYA juga menampilkan atraksi yang begitu dahsyat hingga menarik perhatian ribuan penonton yang memadati sepanjang rute parade. Atraksi tersebut memamerkan seseorang yang berpenampilan layaknya Warok dari Ponorogo menarik sebuah mobil dengan badannya. Atraksi ini menggambarkan keperkasaan budaya Jawa Timur dalam keanekaragaman budaya yang masih belum bisa tergantikan dengan budaya dari luar.
STIKOM SURABAYA pun menampilkan Komunitas Musik Sampah yang juga bisa memberi arti nilai sebuah sampah yang banyak orang barang yang tidak berguna, dengan slogan “Sampah Ternyata Juga bisa Indah”. Hal ini memberikan suatu pandangan baru bahwa dengan kreatifitas bisa membuat suatu barang yang tidak bermanfaat menjadi keindahan yang dapat dinikmati. Saat masuk finish, seluruh rombongan peserta pawai khususnya rombongan STIKOM SURABAYA tetap dalam keadaan ceria dan semangat untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun Surabaya serta menggambarkan suasana perayaan ulang tahun STIKOM SURABAYA yang belum lama berselang dirayakan. [ags/iny]

Discussion

Comments are disallowed for this post.

Comments are closed.